Breaking News

Tentang Ndoro, Posting Facebook Gus Yahya Cholil Staquf Banyak Yang Salah Paham

Foto: Ilustrasi

Rembang, LTN NU Jaktim - Tentang nDoro

Oleh: Kiai Munawir Aziz

Suatu pagi, telepon saya berdering. Ini nomor telepon yang tidak biasa. "Awakmu saiki nulis opo, Wir?" tanya beliau.

"Nggih Gus, nembe riset tema ini dan itu, nulis ini dan itu. Nyuwun dawuh, Gus".

"Yo, nulis tema iki, iki, iku.. Cek neng kitab iki, trus sowan kiai itu, baca buku ini, teliti beberapa manuskrip ini, ini, dan ini," suaranya menggelegar.

Saya terhenyak, dan menganggap ini perintah, sekaligus mentoring. "Siap, sendika dawuh, Gus".

Beberapa hari saya memikirkan dawuh belio. Merenungkan sambil nyeruput bergelas-gelas kopi. Butuh lebih sepekan saya merenungkan, sebelum menuliskan outline dan mencatat langkah-langkah, tahapan penyelesaian. Alhamdulillah, setapak demi setapak bisa mengaji dan mengkaji.

***

Hari-hari ini, banyak yang salah baca, salah tangkap, dan kurang tepat memahami apa yang ditulis Gus Yahya Cholil Staquf di dinding FBnya. Membaca ribuan komentar di beranda Facebooknya, saya hanya mesem-mesem saja.

"Biar sekali-sekali merasakan dipisuhi. Hahaha. Sudah lama banyak yang mencari alasan untuk misuhi, biarin aja.. ," ungkap Gus Yahya sambil kebal-kebul dan nyeruput kopi panas kemebul.

Saya mendapat limpahan informasi, sudut pandang dan terobosan gagasan. Di antaranya,tentang siapa (((nDoro))) dan apa konteks status FB yang ditulis Gus Yahya. Kapan2 saya tuliskan lebih lengkap.

"Banyak yang mengirim pesan, menelpon utk tabayyun. Saya katakan, saya hanya mau cerita jika ketemu langsung. Silakan yang mau tabayyun datang ke sini,"

Sore yang hening, kami nyeruput kopi yang telah dingin. Gus Rizal Wijaya menyulut kretek yang entah keberapa.. Semilir angin menyapa Leteh, menghampiri santri yang leyeh-leyeh.

Alhamdulillah, silaturahmi yang indah. (Syaroni As Syamfuriy)